blueberry cheese cake

Beloved wife. Loves to write. Loves to capture moment. Loves to share. And this is my journey. Welcome :)
Recent Tweets @blubericizkek

Masa depan, hari esok adalah sesuatu yang tidak pasti, tidak bisa diprediksi. Sungguh mengagumkan bagaimana hidup ini cepat berubah terkadang diatas namun bisa meluncur cepat kebawah, seperti wahana roller coaster. Satu bulan lalu saya begitu bersemangat menyambut persiapan pernikahan adik ipar, i always looove wedding ceremony. Saya melihat diri saya beberapa bulan kedepan sibuk membantu menyiapkan detail acara siraman. Yang ada di kepala saya selalu hal menyenangkan tentang acara pernikahan. Namun dua minggu kemudian semua berubah ketika saya mengetahui saya positif hamil. Mendadak di kepala saya dipenuhi tentang kehamilan dan bayi, setiap hari saya membaca informasi tentang kehamilan sehat. Dan melihat kondisi saya kala itu, dengan penuh keyakinan saya menatap hari esok dan berkata “kali ini kehamilan saya pasti sehat”. Kemudian saya melihat 5 bulan mendatang, saya mengenakan baju hamil lucu dan perut saya sudah membuncit.

Namun siapalah saya, manusia berencana Allah berkehendak. Saya kembali dihantui kecemasan, mendadak flek ringan muncul di minggu ke 6 kehamilan. Saat itu yang saya inginkan hanyalah janin saya diberi kesempatan hidup dan sehat. Siang malam saya meminta kepada Yang Maha Hidup untuk memberikan kehidupan dalam rahim saya. Keadaan membaik, flek juga menghilang, hanya keluar di pagi itu. Rasanya semua akan kembali berjalan seperti sebelumnya, meski terkadang saya bermimpi buruk.

Tapi ujian belum berhenti, ketika usg 7 minggu kehamilan, kami mendapati kantung kehamilan saya terlihat kosong, dokter saya yang selalu optimis kini malah terlihat khawatir. Beliau khawatir janin saya tidak berkembang, namun beliau optimis bisa menemukan penyebabnya lalu memperbaikinya untuk kehamilan mendatang. Jalur kehidupan saya kini sedang meluncur pelan kebawah. Perasaan saya menjadi mual. Dokter meminta kami untuk menunggu 10 hari. Dan inilah 10 hari yang panjang itu. Bayangan masa depan kini mulai samar. Pikiran saya kosong di malam itu, kosong seperti menatap ke bulatan hitam sempurna di monitor usg tadi sore. Dan perlahan euforia kehamilan memudar, menyisakan tanya adakah janin di dalam rahim saya?

Saya memilih untuk menarik diri, di hari pertama saya memutuskan untuk tidak bekerja. Saya perlu waktu untuk menerima semuanya. Meski masih ada harapan tipis diantara waktu ini tapi saya tidak mau melambungkan harapan. Saya memikirkan banyak hal dan memutuskan untuk berdamai dengan kemungkinan terburuknya.

Kini saya pasrah dan hanya meminta kepada Allah apa yang terbaik untuk saya dan janin saya. Saya tidak akan memaksakan kehendak saya. Karena tidak ada yang dapat menghalangi apa yang akan Allah berikan dan tidak ada yang bisa menolak apa yang Allah putuskan. Kini saya menjaga apa yang bisa saya jaga. Dan menanti…

Sebenarnya postingan kali ini bukan mau review tempat tapi sekalian saja kali yah, walaupun mungkin bakal engga lengkap. Jadi orang tua saya (khususnya Bapa) bukan tipe orang yang senang jalan-jalan. Apalagi jalan-jalannya ke pusat perkotaan dimana bisa dipastikan pusat manusia adalah pusat kemacetan. Belum lagi drama susah cari parkir. Bubar jalan pokoknya kalau ngota sama Bapa. Terus gimana dengan jalan-jalan nyepi? Nah ini juga masih kadang-kadang mau, kalaupun mau syaratnya ajaib. Seperti : harus bolak-balik engga mau nginep meski semalam (bayangkan mereka-adik bapa mamah-pernah loh nyetir Bandung - Santolo PP! liburan yang rusuh, untung saya sedang tidak ikut). 

Dan saat orang tua saya mengajak kami jalan-jalan dengan syarat tersebut kami memilih Cipanas Garut sebagai tujuan kami, walaupun sebenarnya Bapa ingin tempat yang bisa lebih jauh berkendara, Pantai Garut Selatan misalnya. Nah berhubung sempat penasaran sama review Danau Dariza dari seorang teman, berangkatlah kami kesana.

IMO tempatnya

Read More

Saya sebenarnya bukan ahli yoga, saya juga bukan member kelas yoga dimanapun, gerakan yoga jagoannya juga cuman child pose. Tapi tidak ada salahnya kan bagi-bagi kesimpulan hasil browsing sana sini. Ternyata ada loh yoga poses yang membantu meningkatkan kesuburan wanita, membantu mempermudah konsepsi. Iya namanya juga ikhtiar. Sok atuh disimak dulu.

Ini link yang pertama dari Mind Body Green.

Intisari dari pemaparan penulisnya adalah selain yoga (olahraga) makanan sehat dan menghindari stress itu harus. Ini kutipannya:

many women these days are at War (daily stress, work issues, busier schedules, etc) and undernourished (either through poor food choices, too few calories or too many of the “wrong” type of calories)

We’re at war! Hahaha. Berikut rangkaian yoga poses yang disarankan.

Cat/Cow.

Read More

Cita-cita saya sejak pertama kali menginjakan kaki di Bogor dan melihat rusa-rusa berkeliaran bebas di Istana Bogor adalah mengambil foto rusa yang anggun dan tentu saja berfoto dengan rusa. Saat itu saya hanya bisa menatap mereka dari kejauhan. Duh sepertinya rusa itu jinak dan kayanya bakal gampil pose cantik dengan mereka, lalu hasilnya di pamerin di profil picture facebook (jaman dulu belum ada instagram dan path). Okelah, i’ll be back someday and take lovely picture with you guys.

Namun kenyataannya saya tidak kembali lagi ke Bogor sejak hari itu. Tapi tidak lupa cita-cita foto sama Uncal (rusa dalam basa Sunda) nya mah.

Dan di tahun 2011 saat saya berkunjung ke Benteng Pendem Cilacap tak disangka ternyata ada sekawanan rusa hidup disana. Aiih bahagianya, bisa melihat kawanan rusa tanpa terhalang pagar, teralis atau kurungan. Dengan latar belakang rumput dan bukit hijau. Namun saat itu hujan gerimis dan sudah sore dan sudah sangat sepi. Hanya saya dan adik saya yang saat itu masih beredar di Benteng Pendem. Jadi untuk mengambil foto dari dekat saya takut.

Kenapa takut? Bagaimana bila kumpulan rusa itu

Read More

Iyah kembali lagi aktif blognya Insya Allah. Kembali dengan sedikit cerita tentang TTC (trying to conceive) kami. Jadi ternyata saya di diagnosa Endometriosis Stadium 2, seharusnya saya tidak terkejut, kan sudah bolak-balik tuh baca dan browsing apa itu endometriosis, bagaimana gejalanya, Tapi tetap saja waktu dikasih tahu punya endometriosis bengong juga.

Ketahuan endometriosis juga harus melalui perjalanan panjang. Awalnya saya didiagnosa penyumbatan perlengketan tuba falopii yang mengharuskan saya menjalani Laparoskopi. Kenapa harus Laparoskopi? Karena hanya dengan jalan inilah dokter bisa mengetahui penyebab sumbatan dan memberi tindakan yang tepat agar saluran sel telur kembali terbuka. Kemudian diketahuilah bahwa penyebab sumbatannya adalah Endometriosis.

Apa itu Laparoskopi? Boleh cari di Google sudah banyak blog yang membahas dengan rinci bahkan sudah banyak yang mengunggah videonya ke Youtube. Intinya tindakan pembedahan invansif minimal yang menggunakan alat-alat berdiameter kecil untuk menggantikan tangan dokter melakukan prosedur bedah di dalam rongga perut. Kamera mini digunakan dengan terlebih dahulu dimasukkan gas untuk membuat jarak pemisah antara rongga sehingga dapat terlihat dengan jelas. Dokter melakukan pembedahan dengan melihat layar monitor dan mengoperasikan alat-alat tersebut dengan kedua tangannya. Pemulihannya cenderung cepat dan terhindar dari rasa sakit berkepanjangan.

Kedengarannya no big deal yah? Bekas luka kecil, pemulihan juga cepat bahkan dokter saya bilang istirahat sehari juga besoknya bisa langsung kerja (dusta). Tapi tetap proses operasi mah tidak ada yang bikin nyaman. Persiapannya juga mungkin sama seperti operasi lainnya. Rontgen, EKG, diambil sampel urine, diambil sampel darah (saya tidak suka disuntik apalagi diambil darah T_T), puasa 6 jam, tes alergi (disuntik dibawah kulit yang rasanya seperti disundut rokok) dan tentu saja diinfus (suntik lagi).

Belum lagi efek obat bius pasca operasi. Wuiih mual dan muntahnya ajaib hahaha. Mengingatnya aja sekarang jadi mual sendiri. Tiap orang berbeda sih, namun saya ditakdirkan jadi orang yang harus mual muntah pasca efek obat bius hilang (belakangan diketahui ternyata bibi tercinta pun mengalami hal yang sama, udah turunan kayanya). Terlepas dari itu semua Alhamdulillah operasi nya lancar, jaringan endonya sudah dibakar oleh alat, kista kecil pun sudah dibuang. Namun ada beberapa jaringan yang tidak terbuang sehingga dokter mengharuskan saya terapi Tapros selama 3 bulan. 

Tapros? Apalagi itu. Tapros sebenarnya merek obat keluaran Takeda yang disuntikkan ke tubuh gunanya untuk mengobati kelainan organ yang disebabkan oleh kelainan hormon seperti endometriosis. Sekarang saya sudah menjalani suntik Tapros sebanyak dua kali. Efek sampingnya haid jadi berhenti, emosi labil, susah BAB, cepat pegal. Ah semoga tidak ada efek samping yang aneh-aneh. Dan semoga semuanya lancar. Semoga diridhoi Allah agar segera punya keturunan.